well puisi ini sebenernya muncul seketika saat aku disuruh bikin puisi kontemporer (selalu pas bikin tugas puisi ya haha), tentu saja bukan puisi ini yang aku kumpulin, tapi puisi ini terinspirasi tiba-tiba gitu
Antara Cinta dan Chemistry
wajahmu.. cerah, terang lebih terang dari nyala magnesium
Senyummu.. manis,indah berchemistry
Dirimu.. wangi lebih wangi dari oktil asetat atau senyawa turunan ester lainnya
Namun..
Hatimu keras, lebih keras dari campuran besi karbon dan mangan
Dingin, lebih dingin dari reaksi endoterm
Sulit ditebak, lebih sulit dari menebak hasil reaksi redoks
jalan pikiranmu sulit dimengerti, lebih sulit dari hitungan stokiometri
Begitu sulit mendapatkan hatimu, sesulit mendapatkan alkohol murni 100%
Kau dan aku bagaikan natrium dan eter yang tak kunjung bereaksi
dirimu bagaikan logam mulia yang tampaknya ingin sendiri saja menutup diri sulit bereaksi
Bila cintaku diibaratkan aldehid, haruskah ku teteskan fehling untuk membuktikan cintaku padamu ?
Bila cintaku diibaratkan inti benzena, haruskah ku teteskan xantoproteat agar kau tahu bahwa ada cinta didalam hatiku untukmu ?
Maaf nih kalau ada salah-salah kimia nya :D